1. Seng
Pemurnian diperoleh secara elektrolitis dari bahan oksida seng (ZnO). Penemuan mencapai kadar 97,75% Zn. Warnanya abu-abu muda dengan titik cair 419°C dan titik didih 906°C. Daya mekanis tidak kuat. Seng dipakai sebagai pelindung dari karat, karena lebih tahan terhadap karat daripada besi. Pelapisan dengan seng dilakukan dengan cara galvanis seperti pada tembaga. Seng juga mudah dituang, dan sering dipakai sebagai pencampur bahan lain yang sukar dituang, misalnya tembaga.
Dalam teknik listrik seng banyak dipakai untuk bahan selongsonng elemen kering (kutub negatifnya), batang-batang (elektroda) elemen galvani.
Pemurnian diperoleh secara elektrolitis dari bahan oksida seng (ZnO). Penemuan mencapai kadar 97,75% Zn. Warnanya abu-abu muda dengan titik cair 419°C dan titik didih 906°C. Daya mekanis tidak kuat. Seng dipakai sebagai pelindung dari karat, karena lebih tahan terhadap karat daripada besi. Pelapisan dengan seng dilakukan dengan cara galvanis seperti pada tembaga. Seng juga mudah dituang, dan sering dipakai sebagai pencampur bahan lain yang sukar dituang, misalnya tembaga.
Dalam teknik listrik seng banyak dipakai untuk bahan selongsonng elemen kering (kutub negatifnya), batang-batang (elektroda) elemen galvani.
2.
Timah Hitam
Timah hitam terkenal dengan nama timbel. Berat jenis timbel 11,4 dan
tahanan jenis 0,94. Logam ini lunak, dapat dicetak dengan cara dicairkan. Titik
cair timbel 325°C. Titik didihnya 1560°C, warnanya abu-abu. Timbel tahan
terhadap udara, air, air garam, asam belerang.
Dalam teknik listrik, timbel dipakai sebagai pelindung untuk kabel listrik
dalam tanah atau pada kabel listrik dasar laut. Karena sifatnya tahan air dan
tahan air garam maka kabel yang dibungkus dengan timbel tidak menjadi rusak
dipakai di laut. Tetapi kabel menjadi terlalu berat dan mudah terluka/tergores
karena sifat lunaknya. Selain itu timbel kurang tahan terhadap getaran. Karena
getaran, timbel dapat menjadi rusak dan menyebabkan air masuk ke dalam kabel.
Oleh sebab itu pemasangan kabel bersalut timbel hendaknya dijauhkan dari tempat
yang banyak getaran , misalnya dekat rel kereta api, jembatan, dan sebagainya.
Timbel juga tidak tahan terhadap asam cuka, asam sendawa, dan kapur. Adonan
beton yang masih basah juga merusak timbel, maka kabel bersalut timbel yang
dipasang pada beton harus diberi perlindungan.
Kecuali sebagai bahan pelindung kabel, kabel juga dipakai untuk pelat-pelat
aki, kutub-kutub aki, penghubung sel-sel aki, dan sebagainya. Timbel yang
dicampur timah putih dipakai untuk bahan soldir.
Untuk memperoleh kekuatan mekanis yang lebih baik sebagai pembalut kabel,
maka timbel dicampur dengan tembaga, antimony, cadmium dan sebagainya.
Timbel mengandung racun, maka setelah bekerja dengan timbel tangan harus
dicuci bersih sebelum dipakai untuk memegang makanan.
3.
Timah Putih
Timah putih biasa disebut dengan timah. Keadaannya hampir sama dengan timbel. Warnanya putih
mengkilat. Titik cairnya lebih rendah dari timbel, yaitu 232°C. Berat jenis 7,3
tahanan jenis 0,15 ohm mm^2/m, keadaan lunak. Timah tidak beracun seperti
halnya timbel dan dipakai sebagai pelapis atau bahan campuran.
Sebagai bahan mentah timah diperdagangkan, dituang dalam bentuk balok,
sebagai barang setengah jadi, dibuat pelat yang sangat tipis (kurang dari 0,2
mm) dengan nama staniol. Dan yang lebih tipis lagi dengan nama fuli timah.
Kadang-kadang timah dicampur dengan timbel. Untuk ini apabila akan digunakan
untuk pembungkus makanan, kadar timbel tidak boleh dari 10%.
Dalam teknik listrik, timah banyak dipakai sebagai pelapis tembaga pada
hantaran yang bersekat karet dan hantaran tanah. Macam-macam peralatan listrik
dilapis dengan timah untuk menahan karet.Karena sifatnya yang lunak, kalau
ditekan oleh ring pada pengerasan mur atau sekrup, timah dapat betul-betul rata
sehingga hubungan (kontak) menjadi betul-betul baik, mengurangi tahanan dan
meniadakan bunga api (missal pada sepatu kabel, kontak penghubung, rel-rel
kotak sekering dan sebagainya.
Pelat-pelat tipis dipakai pada kapasitor. Kegunaan lain dari timah adalah
sebagai bahan patri, yaitu dengan mencampurnya dengan timbel.
4.
Tembaga
Tembaga adalah bahan tambang yang diketemukan sebagai bijih tembaga yang
masih bersenyawa dengan zat asam, asam belerang atau bersenyawa dengan kedua
zat tadi. Merupakan
bahan yang mudah didapat dan relative murah dan mempunyai daya hantar yang
baik. Dalam bijih tembaga juga terkandung batu-batu. Tembaga
terdapat di Amerika Utara, Chili, Siberia, Pegunungan Ural, Irian Jaya dan
sebagainya.
5.
Alumunium
Logam ini sangat diperlukan dalam pembuatan kapal terbang, mobil, motor,
dan dalam teknik listrik. Alumunium diperoleh dari boksit yang didapat di
Suriname, di Amerika utara dan negara-negara lain. Selain boksit, alumunium
juga diperoleh dari kriolit yang berasal dari Greenland dan Batu Labrado, yang
ditemukan di Norwegia.
6.
Perak
Perak, emas dan
platina termasuk logam mulia. Perak terdapat dalam campuran logam-logam lain,
misalnya timbel, timah atau seng. Setelah melalui proses pemurnian dapat
diperoleh perak murni. Logam ini lunak, ulet dan mengkilat, dapat dicetak dan
ditarik. Titik cairnya di bawah titik cair tembaga, yaitu 960°C, berat jenis
10,5 dan tahanan jenis perak 0,016° Ohm mm2 /m. Berarti daya hantar listriknya
lebih dari tembaga. Perak merupakan logam yang mempunyai daya hantar terbaik.
Perak termasuk bahan yang sukar beroksidasi, dan warnanya putih. Karena harganya agak mahal maka pemakaiannya dalam teknik listrik untuk hal-hal yang khusus dan penting saja. Misalnya, untuk kumparan pengukur. Pesawat ini membutuhkan ketelitian dan ruangan sempit sehingga membutuhkan penghantar dengan daya hantar yang terbaik dan tidak berkarat. Jadi perak dibuiat kawat dengan ukuran yang sangat lembut, yang disebut benang perak. Karena titik cairnya di bawah tembaga,maka perak dipergunakan juga sebagai pengaman lebur. Untuk titik-titik kontak banayak digunakan perak. Pemasangannya mudah karena perak mudah cair dan mudah dipatrikan pada logam lain, misalnya besi, tembagadan sebagainya. Perak juga tidak berkarat.
Perak termasuk bahan yang sukar beroksidasi, dan warnanya putih. Karena harganya agak mahal maka pemakaiannya dalam teknik listrik untuk hal-hal yang khusus dan penting saja. Misalnya, untuk kumparan pengukur. Pesawat ini membutuhkan ketelitian dan ruangan sempit sehingga membutuhkan penghantar dengan daya hantar yang terbaik dan tidak berkarat. Jadi perak dibuiat kawat dengan ukuran yang sangat lembut, yang disebut benang perak. Karena titik cairnya di bawah tembaga,maka perak dipergunakan juga sebagai pengaman lebur. Untuk titik-titik kontak banayak digunakan perak. Pemasangannya mudah karena perak mudah cair dan mudah dipatrikan pada logam lain, misalnya besi, tembagadan sebagainya. Perak juga tidak berkarat.
7.
Emas
Emas terdapat
dalam persenyawaan dengan logam-logam lain. Pemurniannya dikerjakan secara
kimia. Emas murni sangat lunak. Kekerasannya dapat dipertinggi dengan
mencampurkan perak. Banyaknya perak dalam campuran initi menentukan besarnya
karat. Emas murni dinyatakan sebagai 24 karat. Emas 22 karat berarti dalam 24
bagian ada 22 bagian emas, sisanya perak 2 bagian. Warnanya kuning mengkilat.
Berat jenis 19,3. Titik cair 1063°C.Dalam perdagangan emas berbentuk balok
tuangan dan lembaran seperti kertas, sangat tipis. Karena mahalnya, umumnya
emas jarang dipakai dalam teknik listrik.
No comments:
Post a Comment